Sabtu, 25 Agustus 2018

SEGORES KATA UNTUK PEMIMPINKU

Sungguh miris saat melihat negeri ini, negeri yang aku cintai, tempat aku dilahirkan dan dibesarkan, dimana para raksasa di atas sana sibuk akan kursi kepemimpinan dan mengenyampingkan kemanusiaan, bahkan dalam kompetisi ini dilakukan dengan segala cara, seakan buta tentang apa itu salah dan apa itu benar.

Seperti yang dikatakan salah satu tokoh, seharusnya dalam event besar pemilihan pemimpin ini, para kandidat menampilkan yang terbaik dari mereka, bukannya saling menghancurkan satu sama lain, kita ini berada di tanah yang sama, menghirup udara yang sama, bahkan kita memakan hasil bumi yang sama. KITA INI SAUDARA.

Kalau dari sisi pemimpin sudah seperti itu, lalu masyarakat mau dibawa kemana ?
Seharusnya kita bersatu dan menyatukan pikiran untuk membawa bangsa ini ke arah dan tempat yang lebih baik, bukan malah saling menyalahkan dan saling mengklaim kebenaran kelompok tertentu, kita bisa duduk dan berdiskusi dengan santun dan sopan, tanpa harus mengeluarkan urat emosi dan peluh kebencian antara sesama kita.

Akan indah rasa nya kompetisi besar ini yang seolah dibuat seperti pertarungan gladiator, diubah dengan perlombaan dengan saling menampilkan yang terbaik, kalau yang diincar Cuma kursi kosong yang tidak akan dibawa kedalam liang lahat untuk apa ?, dan apakah kita tidak merasa kita selalu di awasi oleh sang pencipta, bagaimana gerak gerik kita selama kita dalam kehidupan, alangkah baiknya kita menebar kebaikan saat kita masih diberikan nafas oleh sang pemberi nafas.

Jangan lagi yang dipertontonkan itu hal-hal yang membuat perpecahan, dengan saling melempar opini yang menghancurkan dari masing-masing kubu, cukup tampilkan yang terbaik, bukan malah saing menebar hoax, dan sampai meninggalkan yang namanya kemanusiaan hanya demi kursi kekuasaan.

Dari sekarang kita harus ubah mindset kita menjadi lebih baik, kita bersaudara, kita INDONESIA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar